Mapalus dan Pengembangan Kebudayaan Nasional

Budaya Unima

Sinopsis

Mapalus merupakan sistem gotong-royong tolong-menolong yang berlaku pada masyarakat Minahasa. Semangat gotong-royong tolong-menolong ini juga dijadikannya sebagai alat persatuan dan kesatuan dalam mereka meringankan beban para anggotanya. Dalam mapalus ada prinsip-prinsip dasar yang melandasinya. Prinsip yang berlaku dalam mapalus itu adalah si tou timou tumou tou. Artinya adalah bahwa manusia itu lahir untuk menghidupkan manusia lain. Realisasi dari prinsip ini adalah tolong-menolong, kekeluargaan, musyawarah mufakat, bekerja sama, sikap religius, serta rasa persatuan dan kesatuan. Pengembangan nilai-nilai budaya yang dimiliki oleh masyarakat ini dapat mengembangkan budaya nasional Indonesia dan memperkuat Persatuan dan Kesatuan Bangsa Indonesia.

Tentang Penulis

Dr. Thelma Wawointana, M.Si., lahir di Mundung  (Minahasa Tenggara), 27 November 1962. Penulis menyelesaikan Pendidikan Sarjana (S1) pada Jurusan PMP-KN, IKIP Negeri Manado (1987); selanjutnya Pendidikan Magister diselesaikannya pada tahun 2001 pada Jurusan Ketahanan Nasional Pascasarjana Universitas Gadjah Mada Yogyakarta; kemudian menyelesaikan program doktor pada tahun 2016 dalam bidang Ilmu Administrasi Publik Pascasarjana Universitas Negeri Makassar (UNM). Kepala Laboratorium Program Studi Ilmu Administrasi Negara FIS Unima ini pernah mengikuti Short Course on Social Science Research Methodology di Northern Illinois University, DeKalb, Illinois, U.S.A. Tahun 2013. Selain mengajar di FIS Unima, penulis juga aktif mengajar di FBS, Fakultas Ekonomi Unima, dan di Poltekkes Negeri Manado.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *